Terrapin Penolong

Di tepi pantai Kerajaan Kura kura akan mengadakan pesta untuk merayakan istana baru   mereka. Istana ini adalah tempat yang diperkirakan paling aman dari serangan musuh musuh pengintai. Berhari hari pasukan kura kura berjalan untuk menemukan tempat tinggal yang nyaman. Raja Kura kura berharap istana pasir ini adalah tempat terakhir yang akan mereka tinggali untuk selamanya. Seluruh warga kura kura bergembira sambil terus membangun rumah rumah pasir mereka.

Di tempat yang berbeda, jauh di dasar laut, kehidupan Kerajaan Penyu berlangsung aman  dan tentram. Namun tidak seperti biasanya Raja Penyu pagi itu tampak murung. Putra bungsunya merasa bosan tinggal di dasar laut dan memintanya untuk pindah ke darat. Bertahun tahun tinggal di laut membuat Raja Penyu semakin berat untuk menuruti permintaan putra bungsunya itu. Setelah memikirkan cukup lama akhirnya Raja Penyu memutuskan untuk menolak keinginan putranya dan memutuskan tetap tinggal di laut. Putra Penyu merasa sedih dan kecewa dengan keputusan ayahnya. Putra Penyu pun diam diam berenang meninggalkan Istana Penyu menuju permukaan laut. Walaupun dalam keadaan letih Putra Penyu terus berusaha sekuat tenaga agar bisa sampai ke pinggir laut. Setelah 3 hari yang melelahkan akhirnya Putra Penyu sampai juga di daratan pantai. Putra Penyu terlihat pucat dan lelah. Dia pun berhenti sejenak untuk beristirahat hingga akhirnya tertidur. Saat terbangun sayup sayup dia mendengar suara riuh dari kejauhan. Putra Penyu menyeret tubuhnya mendekati keramaian itu. Semakin dia mendekat semakin jelas terdengar bahwa sorak sorai itu adalah tanda adanya sebuah pesta. Putra Penyu semakin penasaran dan sangat ingin bergabung dengan mereka. Putra Penyu terus menyeret tubuhnya mendekati kerumunan kura kura yang sedang bersorak gembira. Beberapa dari mereka terlihat sedang menyantap berbagai hidangan yang lezat. Permaisuri Kura kura membagikan makanan secara langsung kepada warga kura kura yang berdiri antri menunggu gilirannya. Tiba di depan Permaisuri Kura kura, Putra Penyu tidak langsung mendapatkan makanan. Permaisuri memandang padanya dengan wajah yang heran. Tubuh Putra Penyu yang basah dan tertutupi pasir membuatnya tampak aneh dan berbeda dari seluruh warga kura kura lainnya.

“Kamu siapa? Sepertinya kamu bukan warga kura kura yang tinggal disini..” tanya permaisuri. Putra Penyu tidak menjawab. Dia bingung dan takut untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Karena rasa kasihan Permaisuri Kura kura pun memberinya makanan tanpa bertanya apa apa lagi. Setelah menerima dan memakan makanannya, Putra Penyu pun berjalan menuju sekelompok kura kura yang sedang menari dan bernyanyi. Dia memperhatikan tingkah lucu mereka dan berusaha mengikutinya. Namun tiba tiba saja warga kura kura itu berhenti bernyanyi.

“Ada pendatang asing!! Ada kura kura aneh!!!” seekor kura kura menjerit. Seluruh warga kura kura yang mendengar teriakan itu berjalan mendekat dan melihat ke arah Putra Penyu. Putra Penyu menjadi ketakutan. Ketika Raja Kura kura bertanya kepadanya pun dia masih tidak menjawab. Wajahnya pucat karena takut. Dia takut akan diusir pulang ke laut. Raja dan Permaisuri pun kemudian membawanya ke istana. Selama 2 hari Putra Penyu tinggal di istana, namun dia belum juga bercerita mengapa dia bisa sampai disitu. Namun warga kura kura yang lainnya masih merasa curiga dan menganggap Putra Penyu adalah musuh yang berbahaya. Mereka meminta Raja Kura kura untuk menahan Putra Penyu dan tidak melepaskannya.  Raja Kura kura adalah raja yang bijaksana. Walaupun ditahan namun Putra Penyu selalu diperlakukan baik dan dirawat dengan penuh kasih sayang. Setiap hari ada utusan Raja Kura kura yang menemaninya bermain.

Sore itu Putra Penyu termenung sendirian. Dia tidak bisa pergi kemana mana karena tempatnya dijaga oleh beberapa penjaga istana. Badannya sore itu terasa lemah sekali. Dia tiba tiba teringat dengan orang tua dan teman temannya. Dia merasa ingin kembali ke laut. Tapi bagaimana mungkin? Saat menjelang malam tubuh Putra Penyu semakin lemah. Dia merintih menahan rindu. “Ayah.. ibu… aku mau pulang.. aku..” rintihnya. Tiba tiba seekor Terrapin, mendekatinya. Dia tidak sadar bahwa sedari tadi Terrapin itu memperhatikan dan mendengar tangisannya. Terrapin ini hampir mirip dengannya. Dia adalah bangsa kura kura yang bentuk tubuhnya perpaduan bentuk kura kura dan penyu. Terrapin memiliki kaki yang memiliki jari jari sehingga bisa digunakan untuk berjalan di darat dan juga bentuk yang sedikit melebar untuk bisa berenang di laut. “Kau sungguh sungguh ingin kembali ke laut?? Kau tidak menyesal dan sedih meninggalkan pantai ini seperti kau meninggalkan keluargamu di laut kemarin?” tanya Terrapin.

“Iya.. aku ingin pulang.. aku ingin bertemu dengan ayah ibuku.. aku rindu teman temanku di laut.. tolong aku..” pinta Putra Penyu. Putra Penyu terus mendesak Terrapin untuk mengantarkannya pulang. Melihat keadaan Putra Penyu yang semakin tidak berdaya, Terrapin menyuruh Putra Penyu untuk naik ke atas punggungnya. Dengan bergegas Terrapin berjalan menuju pantai dan kemudian berenang ke dalam laut. Aksi terrapin itu sempat terlihat pengawal istana. Mereka pun segera mengejar Terrapin dan Putra Penyu. Raja, permaisuri, dan seluruh warga kura kura juga ikut mengejar mereka. Namun mereka semua berhenti di pinggir pantai karena melihat para pengawal yang kembali mundur. Mereka terpaksa kembali karena tidak bisa berenang dengan baik di laut. Mereka merasa tidak sanggup mengejar Terrapin dan Putra Penyu ke dalam laut.

Melihat kejadian ini Raja Kura kura menjadi sangat kecewa. Belum pernah dia merasa kesal seperti ini. Ternyata rasa sayang membuatnya tidak ingin kehilangan Putra Penyu. Di saat Raja sedang kecewa dan seluruh warga yang bingung muncullah si Terrapin penolong Putra Penyu. Dengan penuh keberanian dia menghadap raja untuk meminta maaf dan bermaksud menceritakan alasannya menolong Putra Penyu. Ketika sampai di depan istana, para pengawal berteriak mengusik ketenangan penghuni istana.

“Dia kembali… si aneh itu telah kembali.. tapi…” para pengawal istana menatap heran ke tubuh Terrapin. Pada saat yang sama Raja dan Permaisuri pun datang untuk melihat.“Bukan.. bukan dia” bantah Permaisuri Kura kura. Permaisuri sangat yakin bahwa Terrapin itu bukanlah Putra Penyu yang hilang.

“Wahai Raja Kura kura yang bijaksana.. Aku adalah Terrapin.  Aku memang bukan Putra Penyu yang selama ini kalian tahan. Dia adalah putra dari Raja Penyu yang tinggal di laut. Dia sampai disini karena merasa bosan tinggal disana..dan ingin merasakan hidup di darat” ungkap Terrapin.

“Tapi.. engkau.. mengapa tubuhmu mirip dengan Putra Penyu.. dan juga.. mirip denganku?” tanya Raja Kura kura heran.

“Kita memang mirip namun juga berbeda. Sebenarnya kita adalah saudara. Dilahirkan dalam satu keluarga. Namun hidup kita sengaja dipisahkan agar keturunan kita bisa berkembang lebih banyak. Kau hidup di darat, para penyu tinggal di laut, sedangkan aku.. adalah penghubung keluarga kalian. Sehingga aku bisa dengan mudah berada di laut juga di darat” jawab Terrapin.

Raja merasa terharu dengan berita yang disampaikan si Terrapin. Ternyata selama ini dia masih memiliki saudara sebangsanya. Akhirnya sebagai rasa terima kasih, Raja Kura kura mengadakan pesta untuk mengumumkan berita bahagia ini kepada seluruh warganya. Raja Kura kura juga mengutus Terrapin untuk mengundang raja dan seluruh warga Kerajaan Penyu. Di akhir pertemuan yang bahagia itu mereka pun sepakat untuk mengangkat Terrapin sebagai penasihat istana di Kerajaan Kura kura juga sebagai penasihat Kerajaan Penyu. Terrapin kemudian hidup bahagia diantara kedua saudaranya, kura kura dan penyu.

Pesan Moral : “Jadilah orang yang suka menolong. Sifat suka menolong akan selalu menciptakan kehidupan yang rukun dan damai akan mendatangkan kebahagiaan”

Dipublikasi di Cerita Anak | Meninggalkan komentar